Runkop Club Literature ATHEIS ACHDIAT KARTA MIHARDJA PDF

ATHEIS ACHDIAT KARTA MIHARDJA PDF

Atheis has ratings and reviews. Missy J said: I’m still trying to make sense of what I just read. Atheis (obviously means atheist in Engl. Title, Atheis Volume 1 of Asian and Pacific writing ยท UNESCO collection of representative works: Indonesian series. Author, Achdiat Karta Mihardja. Publisher. Issue of Seri BP. Author, Achdiat Karta Mihardja. Edition, reprint. Publisher, Balai Pustaka, ISBN, , Length, pages.

Author: Dougal Kagajinn
Country: Poland
Language: English (Spanish)
Genre: Automotive
Published (Last): 22 January 2018
Pages: 408
PDF File Size: 18.32 Mb
ePub File Size: 3.4 Mb
ISBN: 717-8-36417-173-5
Downloads: 43447
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Akinolkree

Atheis by Achdiat K. Mihardja

Menurut gw Hasan adalah contoh manusia-manusia kebanyakan di Indonesia ini, cuman bisa ngikut, tapi ngaco. Dan sayangnya gap era yang sangat jauh itu dengan masa kini membuat saya belum benar-benar sepenuhnya memahami buku ini. Mihardja is considered an Indonesian classic fromthe year when Indonesia was officially recognized as an independent nation. While in Batavia, in he began associating with Chairil Anwar ‘s literary group Republika. In other projects Wikimedia Commons.

Konflik mulai terjadi saat Hasan pulang ke kampungnya. Niat untuk “mengislamkan kafir modern” itupun berkahir sia-sia. He grows up respecting his parents and following strict Islamic rituals, which gives him peace of mind.

The film used mihadja to show scenes from Hasan’s childhood, while more modern scenes were in colour; archival footage was used to show the Japanese arriving in Indonesia. It was controversial upon release, at one point being refused by the country’s censorship bureau.

Meskipun secara resmi Indonesia Moeda tidak ikut-ikutan dalam politik, tetapi organisasi itu merupakan persemaian kesadaran rasa kebangsaan para anggotanya. Hasan merasa bahwa di belakangnya, istrinya tersebut berselingkuh dengan Anwar.

Sebaiknya buku ini kembali dijadikan sebagai buku bacaan wajib di sekolah. Lagi-lagi, roman yang buat saya tertarik, yang saya dapat juga di perpustakaan sekolah. Kubaca hasil karangannya itu Benar-benar novel yang suram, nelangsa banget bacanya. Tapi, pesona Kartini membuatnya tidak mampu melakukannya.

When told that they had seen a ghost, Anwar enters the cemetery with Hasan to disprove its existence. Siapkan logika dan iman Anda ketika membaca buku ini. Dari berbagai catatan di dunia maya yang mengulas buku ini, kebanyakan menyebut pekerjaan Hasan adalah juru tiket kapal.

Di setiap pembicaraan mereka Hasan selalu tidak bisa mengedalikan diri saat argumen-argumen yang dikeluarkan Rusli logis adanya. Soon Hasan becomes increasingly divorced from his religious upbringing, at one time skipping the mandatory maghrib prayer to krta a movie with Kartini.

Bagaimana tak ada rasa bersalah dari Hasan untuk melakukan kekerasan terhadap istriny Pertama, novel ini membuat saya bersimpati kepada beberapa karakter, terutama karakter utamanya. This is followed by what is described by the original narrator as a manuscript by Hasan, athris tells Hasan’s life story from his own point of view using the less respectful term “aku”.

Achdiat Karta Mihardja

Ia pun menyuruh Hasan untuk pergi dari rumahnya. According to Teeuw, this is because Achiat had been raised speaking both Sundanese and Dutch; mihradja such, his Indonesian was not as well developed as Minang writers or those younger than him.

Tapi apa daya hatinya selalu teringat Rukmini dan dia mulai terpengaruh dengan ajaran-ajaran Atheis. Tapi karena rasa cintanya kepada Kartini mulai tumbuh dan Rusli memperlakukan dirinya dengan sangat hormat dan sopan, maka niat itu pupus juga. Pengarang tampaknya mengemas pandangannya realisnya dengan rapi di buku ini.

Para siswa yang pada masa itu belajar di Solo banyak yang aktif dalam gerakan kebangsaan. Hasan di sini digambarkan sebagai karakter yang taat pada agama dan sepenuhnya percaya kepada pada Tuhan.

Tak disangkanya bahwa Rusli ini adalah seorang atheis. The visit was to promote the release of Manifesto Khalifatullaha follow-up novel to Atheist which went on sale on June 7, Tak pernah ada percakapan batin yang sejatinya diperlukan dalam hubungan dengan Tuhan.

Rusli adalah seorang atheis, dan melalui banyak diskusi serta obrolan, iman Hasan mulai tergoyahkan. D Bayangkan, saya yang masih bocah SMP saat pertama kali membaca novel ini, dengan ajaran agama yang selalu ditanamkan orang tua saya mulai membuka pikiran dan pandangan bahwa wajar saja jika seseorang yang beragama beralih menjadi atheis atau bahkan sejak ia bisa berpikir ia menjadi atheis. Dec 08, Zera Putrimawika rated it liked it. In the early s he moves to Bandung to work as a civil servant.

Anwar dan Kartini berada dalam satu kamar di hotel tersebut.

Despite Mihardja’s insistence that Atheis is meant to be realistic, several symbolic interpretations have been put forward. Bagai kiamat besar yang datang, orangtua Hasan mengusinya keluar dari kampung dan tidak menganggap lagi Hasan sebagai anak mereka.

The actor mihardaj singer, Jamie Adityais his grandson. Disini, aku setuju dengan penulis, bahwa setiap kepercayaan itu sah-sah saja, tidak achidat destruktif tanpa arah, asal si believer terus memperbaiki pemahamannya dan mencari titik keseimbangan supaya ia dapat berfungsi sebagai manusia semestinya. Daripada dibilang menjelaskan satu-satu ideologi Marxis-Lennis, Anarkis, Islam ketiganya saya kutip dari wikipediadan pertentangan ketiganya atau keduanyanovel ini lebih kepada arah menjelaskan beberapa potret kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa-masa terakhir kolonialisme Belanda sampai masa-masa pendudukan oleh Jepang.

Hasan jatuh hati kepada Kartini, ia melihat ada Rukmini di dalam diri Kartini. Only the responsible modern character, Rusli, is able to bring the Indonesian nation, as represented by Kartini, to terms with the new world.

The Atheist

The Japanese arrivals in early s changed that. Mihardja’s Novel Atheis “. Jun 08, Shafiq Razak Rajan rated it really liked it. Atheis Cover of the 32nd printing. All in all, this book is still worth reading, but it’s best read with an open, critical mind.